BIO-LEATHER
MYCL
MYCL (Mycotech Lab) adalah perusahaan bio-material inovatif yang secara efektif menjembatani kesenjangan antara biologi dan desain industri.
Cerita Material
"Bandung – Biomaterial: Memanfaatkan siklus pertumbuhan alami miselium jamur untuk mengubah limbah pertanian menjadi material berkinerja tinggi dan penyerap karbon."
MYCL (Mycotech Lab) menjembatani kesenjangan antara biologi dan desain industri. Dengan memanfaatkan siklus pertumbuhan alami miselium jamur, mereka mengubah limbah pertanian menjadi material berkinerja tinggi dan penyerap karbon. Pendekatan mereka melampaui keberlanjutan sederhana, bertujuan untuk ekonomi sirkular sejati di mana "limbah" dari satu industri menjadi "bahan baku" bernilai tinggi bagi industri lainnya.
Di garis depan inovasi fokus fashion mereka adalah Mylea, alternatif kulit bio premium. Berbeda dengan kulit hewan tradisional, yang membutuhkan sumber daya tanah dan air yang sangat besar, atau "pleather" sintetis yang mengandalkan minyak bumi, Mylea ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali menggunakan sebagian kecil dari sumber daya tersebut. Ini menawarkan tekstur lembut dan daya tahan kulit kelas atas dengan tetap bebas kekejaman dan dapat dikomposkan, memberikan kanvas canggih untuk alas kaki, tas, dan aksesoris mewah.
Sementara lini Mylea berfokus pada yang fleksibel dan modis, Komposit MYCL berfungsi sebagai pondasi kokoh untuk arsitektur dan desain interior berkelanjutan. Material struktural ini dibuat dengan membiarkan miselium tumbuh menembus produk sampingan pertanian seperti serbuk gergaji atau kulit jagung, secara alami mengikatnya menjadi bentuk yang dapat disesuaikan. Komposit MYCL yang dihasilkan ringan, tahan api, dan memberikan insulasi akustik yang sangat baik, menjadikannya pilihan ideal untuk segala hal mulai dari struktur tahan lama yang berkelanjutan hingga patung biodegradable berbasis alam.
Di garis depan inovasi fokus fashion mereka adalah Mylea, alternatif kulit bio premium. Berbeda dengan kulit hewan tradisional, yang membutuhkan sumber daya tanah dan air yang sangat besar, atau "pleather" sintetis yang mengandalkan minyak bumi, Mylea ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali menggunakan sebagian kecil dari sumber daya tersebut. Ini menawarkan tekstur lembut dan daya tahan kulit kelas atas dengan tetap bebas kekejaman dan dapat dikomposkan, memberikan kanvas canggih untuk alas kaki, tas, dan aksesoris mewah.
Sementara lini Mylea berfokus pada yang fleksibel dan modis, Komposit MYCL berfungsi sebagai pondasi kokoh untuk arsitektur dan desain interior berkelanjutan. Material struktural ini dibuat dengan membiarkan miselium tumbuh menembus produk sampingan pertanian seperti serbuk gergaji atau kulit jagung, secara alami mengikatnya menjadi bentuk yang dapat disesuaikan. Komposit MYCL yang dihasilkan ringan, tahan api, dan memberikan insulasi akustik yang sangat baik, menjadikannya pilihan ideal untuk segala hal mulai dari struktur tahan lama yang berkelanjutan hingga patung biodegradable berbasis alam.