BIO-COMPOSITE
COWKA
Cowka mendefinisikan ulang keberlanjutan dengan mengubah limbah kotoran sapi yang dibuang menjadi furnitur fungsional yang menakjubkan. Terinspirasi oleh siklus pembaruan alam, misi mereka adalah membawa desain ramah lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Cerita Material
"Bandung – Material Limbah Alami: Menawarkan produk yang indah sekaligus bermakna dengan memberdayakan komunitas lokal melalui penciptaan peluang kerja yang berarti bagi kelompok terpinggirkan."
Kisah Cowka dimulai sebagai respon terhadap sebuah masalah. Di Bukatanah, sebuah desa di Jawa Barat, peternakan sapi perah telah menjadi pekerjaan populer selama dua dekade. Dengan meningkatnya jumlah ternak di daerah tersebut, fasilitas pengolahan limbah tidak mampu mengimbangi perkembangan dan limbah sapi mulai berdampak negatif terhadap kualitas air, tanah, dan udara lokal.
Dipimpin oleh desainer visioner Adhi Nugraha, studi tentang kemungkinan kotoran sapi mengarah pada bahan komposit. Beberapa lokakarya diadakan dengan warga lokal desa Bukatanah untuk mengembangkan sistem yang sesuai bagi keterlibatan masyarakat.
Penelitian ini membuahkan terobosan besar dan bahan komposit berbasis kotoran sapi berhasil dikembangkan! Produk pertama yang dibuat dari komposit kotoran sapi adalah lampu, speaker, dan pot. Penelitian ini menarik perhatian dan pilihan produk dipamerkan di The Museum of Modern Arts (MoMA), New York. Pengembangan material terus berlanjut, mempekerjakan wanita lokal dalam proses produksinya.
Dipimpin oleh desainer visioner Adhi Nugraha, studi tentang kemungkinan kotoran sapi mengarah pada bahan komposit. Beberapa lokakarya diadakan dengan warga lokal desa Bukatanah untuk mengembangkan sistem yang sesuai bagi keterlibatan masyarakat.
Penelitian ini membuahkan terobosan besar dan bahan komposit berbasis kotoran sapi berhasil dikembangkan! Produk pertama yang dibuat dari komposit kotoran sapi adalah lampu, speaker, dan pot. Penelitian ini menarik perhatian dan pilihan produk dipamerkan di The Museum of Modern Arts (MoMA), New York. Pengembangan material terus berlanjut, mempekerjakan wanita lokal dalam proses produksinya.